Saturday, March 5, 2011

name name name: a story

i edited another past story. 5 chap yang udah selesai sejak 26 oktober 2008 (oke, sebenernya itu tanggal maksa karena sebenernya selesainya sebelum tanggal itu en she udah lupa). tapi di halaman depannya she pajang tanggal itu, jadi anggap aja tanggal itu penting buat she. ^^
happy read…
- - - - -
no disclaimer. all characters are mine. segala kesamaan hanyalah kebetulan yang (mungkin) tidak disengaja.
pairing: demon x qla (kayanya chap ini cuma itu *lirik-lirik ke bawah*)
warning: fic ini gaje. sumpah!! *ditimpuk*
summary: just call me Aquilla!!! everybody thinks they're good. but they  can't ever spell my name well. can't they just call me with my name?? remember this, my name is Aquilla Kirsten Nietzsche. never call me without spell it well!!
- - - - -
andainya kata bisa kuungkap dengan nada,,
akan selalu ada lagu rindu untukmu..
andainya asa adalah untuk menjadi nyata,,
bersama lah kita menuju ujung lorong kehidupan..
andainya bintang mampu selalu terangi malam,,
ingin aku menjadi penerang dalam masa gelapmu..
ternyata aku hanyalah aku,,
nyatanya doa hanya untuk harapan..
tapi aku akan tetap di sini,,
mencoba untuk terus ada untukmu..
hingga nanti waktu yang membawaku pergi..
love never needs anything but love...
- - - - -
Section  1: that’s not my name!!
- - - - -
"Kee..," pasti suara tu cowo' lagi manggil gue. Tapi, masa gue mau noleh?? Dia bahkan ngga' panggil gue dengan baik dan benar!!
"Kee..," dia manggil lagi. Gue tetep ngga' bakal noleh sebelom dia panggil dengan benar.
"Kee.., pleease..," gue ngga' dipanggil.
"Aquilla..,"
Baru gue noleh, "Kenapa Ald??" nyapa Aldrich dengan tampang tanpa dosa.
Aldrich, kakak kelas gue. Tapi karena kita udah kenal sejak lama banget, ngak pa-pa kan kalo gue langsung manggil nama? Dia nggak pernah keberatan, kok. Dan siapa juga yang salah kalo dia samasekali nggak keliatan kaya kakak kelas gue?
Mata coklat yang selalu berair—gue sempet curiga itu karena mata coklatnya itu soft lense,—rambut hitam lebut yang gue juga curiga selalu di-smoothing—meskipun selalu berantakan dan sekarang udah agak keterlaluan penjangnya (kata guru BP si, gue oke-oke aja kok). Yeah, kalo gak dilengkapi dengan muka imut sewarna pasir pantainya, gue bakal bilang di cakep. Tapi nyatanya, menurut gue dia cantik. Oh, blame me.
"Loe kenapa si?? Gue panggil-panggil dari tadi juga..," suara Ald menyadarkan gue dari lamunan gue yang gak penting.
"Hallo..! loe baru sebut nama gue sekali. Loe baru manggil, bukan manggil-manggil!."
"Ya ampun, Key..,"
"Loe ngomong ma siapa si??" ni anak selalu ngotot kalo uda dibilangin dia harus manggil nama gue dengan baik dan benar!
"Ya loe lah!" ngarang!
"Loe kenal gue berapa taon si?? Untuk sampe sekarang ngeja nama gue aja ngga' bisa?? Kedengarannya aneh. Pake queen bukan king. Beda di kuping." (author: emang iya, ya?)
"Okey, Aquilla, gue mo ngomong ma loe."
"Okey, Aldrich, silahkan ngomong."
"Temenin gue yuk."
"Ke mana??"
"Rumah temen gue. Aneh aja pergi sendirian."
"Okey. Anterin gue pulang ganti baju en gue temenin loe ke rumah temen loe."
"Okey, tapi jangan dandan."
"Ciiph.."
Gue naek motornya Ald. Hehe, gue jadi bisa pulang sekolah dengan lebih ceped dari biasanya. Salahkan cowok gue yang lebih suka sibuk sendiri daripada nganterin gue balik.
_ _ _
Kayanya Ald nungguin gue setengah jam de. Tapi ngga' pa-pa si. Dia kan dapet jatah makan siang dari nyokap. Jadi kan dia ngga' rugi.
"Ald, makannya dah selese?" gue muncul di ruang makan dengan kaos oblong abu-abu plus jins abu-abu kesayangan gue. Wait, gue nggak perlu tampil spesial cuma buat nemenin Ald ke rumah temennya, kan? Seinget gue emang gak ada temen Ald yang pantes buat itu. So, I’m perfectly fine.
"Key., loe lama banged si..,"
"Kalo loe ngga' bisa pake queen, loe panggilnya 'La' aja. Jangan 'Key'!!" nyebelin banget si!
"Okey.., ayo ah.., gue udah kenyang koq..,"
En berjalanlah kita ke motornya Ald, lantas ke rumahnya temennya Ald. Mang siapa si?? Koq sampe harus ma gue segala?? Ngga' biasanya dia ngajak gue ke rumah temennya.
Akhirnya sampailah kita.
Ada cowo' keren banged di rumah temennya Ald. Iris matanya abu-abu, my favorite color. Sand-colored skin, in a dark-blue sleeveless hoodie. Tinggi yang ideal. Dan jangan lupa dada bidangnya, kayanya anget banget kalo gue bisa didekep di situ. God, I’m melted. Yang bener aja kalo ni temennya Ald..,
"Turun, Kee..," gue ngga' denger.. :p
"Okey, turun, La.." masih ngga' denger!!
"La??" masih ngga' denger.
"Aquilla!!" Ald teriak en akhirnya gue denger.
"Apa, Ald??"
"Turun! Udah nyampe..,"
Gue turun. Masih ngeliatin tu cowo’. Cowo' keren itu senyum. Gue jadi salting sendiri.
Ald ke cowo' itu, "Hay, Flo."
"Hay, Ald. Loe bawa siapa?" cowo’ itu ke Ald.
"La, sini de..,"
Gue dateng ke mereka.
"Hay..," menyapa dengan sok imut lah gue.
"Flo, ne Aquilla. Aquilla, ne Flo."
Gue senyum, dia bales senyum, romantiz banged si..,
Iih, lebay dink!!
"Masuk Ald, La..,"
OMG.., dia manggil gue dengan bener banged!!
Biasa aja de..,
Gue masuk barengan ma Ald. Rumahnya lumayan. Ngga' mewah, tapi nyaman buat ditinggali. Rapi. Semua barang terlihat seperti terletak di tempatnya. Terkesan sistematis. Apalagi kalo gue jadi nyonya rumahnya.., hehehe,, gue yakin sistem yang sudah ada bakal langsung hancur seketika. Yeah, karena tentu saja keadaan ini adalah kebalikan daripada kamar gue yang berantakan…
Ya ampun Qla., inget de.., loe tu dah punya cowo'! Keren juga. Loe tu udah punya Demon!!
Tapi Flo is much cooooooooler..,
Loe udah janji ma dia ngga' bakal selingkuh!!
Gue ngga' ada niat selingkuh koq! Cuma niat jadi istrinya Flo..,
Plis de!! Qla.., inget, kalo cowo' loe tu Demon, dia yang bakal jadi husband loe!!
Tapi pengen doang kan ngga' salah. Lagipula kan bukan gue yang mau kalo Flo tu keren banged di mata gue..,
"La..??" kayanya ada yang manggil gue..
"Iya?? Apa??"
"Loe ngelamun, ya?? Siang-siang gini?? Loe mo minum apa?" ya ampun, wajahnya deket banget. God, don’t let my nose bleed!!!
"H-ha? Ng-ngga' koq. Apa aja."
En muncullah minuman di depan kita.., rasanya kaya gue ada di romantic dinner.., tentu aja kalo Ald gak ada di sini juga.
"Jadi Ald, Aquilla tu cewe' loe??"
DEG! Gue keselek minuman gue. (bisa gak si?)
Ha?? Yang bener aja!!!
"Ya ngga' lah! Ogah gue ma anak kaya dia. Salah sebut namanya aja, gue bisa digebukin."
"Ha??" Flo kaget. Matanya melebar dan sumpah, iris abu-abu itu keliatan lebih keren!! Mungkin gue bakal minta Demon buat pake soft lense yang warna abu-abu abis ini.
"Iya. Pake queen bukan king. Padahal kan loe tau, gue susah banged ma tu huruf."
"Bener, La??" I blush. Deep blush.
"Loe juga susah ma huruf itu, ya??" tanpa dosa.
"Apa loe minta gue panggil loe 'Qui'??"
"Ha?? Ngga' de. Terserah loe aja."
Setelahnya gue cuma dengerin mereka ngobrolin hal yang gue samasekali ngga' ngerti. Pokoknya hal yang bukan gue banged! Emang ngga' ada yang lebih penting?! Gue jadi heran kenapa tadi gue dibawa ke sini. Tapi ngga' pa-pa si.., gue bisa terus-terusan liat muka kerennya tanpa gangguan. Dari Ald sekalipun.
Dan sore pun tibalah. Setelah Ald pamit (karena kayanya gue ngga' bakal sanggup ninggalin prince of my heart yang baru aja dateng), gue ma Ald pulanglah. Tentu aja Ald ngenterin gue balik dulu baru dia pulang ke rumahnya sendiri.
_ _ _
Hape gue bunyi, Demon telfon. Gue angkat.
"Apaan, Mon??"
"Koq sapaannya gitu??"
"Ia Cayank.., ada yang bisa dibantu?? Karena Qla bakal selalu siap membantu.."
"Loe apaan si??" kok dia jadi ketus gitu?
"Loe juga kenapa?? Sapaan aja jadi masalah. Da paan si??" gue ikutan ketus dong. Gak mau kalah.
"Loe dari mana aja?? Tadi gue ke rumah loe. Kata nyokap, loe pergi ma Ald. Ke mana?"
"Cool.., mberondong gitu. Gue kan jadi bingung! Tadi gue nemenin Ald ke rumah temennya."
"Ngapain??"
"Ya itu kan urusannya Ald. Bukan urusan gue. Gue kan cuma nemenin.."
"Kenapa loe mau?? Loe bahkan ngga' bilang ma gue!!" loh-loh, kok gue dibentak?
"Trus apa? Emang gue harus bilang apapun ke loe?? Plis de, loe bukan majikan gue, ya!!"
"Key..,"
"Loe cowo' gue bukan si?? Manggil gue aja ngga' pernah bener?? Loe tau nama gue ngga' si??" yeah, name-complex gue kumat.
"Key.."
"Kalo loe ngga' bisa manggil gue, jangan so' jadi cowo' gue, karena dia bisa panggil nama gue!!"
Gue matiin tu telfon. Nyebelin banged si!! Kenapa gue punya cowo' kaya gitu. Yang bahkan ngga' bisa panggil nama gue. Apa gue harus ganti nama?? Kapan orang-orang bisa sebut nama gue dengan baik dan benar?? Nyebelin!! Padahal tadi gue berencana buat minta dia ganti warna mata. Tapi sekarang, gue rasa buat liat muka dia aja gue males.
Ato gue cari cowo' laen aja?? Misalnya Flo gitu?? Yang bisa manggil gue well?? Aarghh, gue benci kalo evil lagi ngomong! Terlalu menggiurkan.
Mungkin jawabannya iya. Tapi kalo putus sekarang, kayanya ngga' de. Gue mesti bikin Flo ada rasa ma gue dulu.., gitu caranya. Hahaha, I can’t help but grin from ear to ear in this thought.
Pinter banged si gue..,
"Aquilla!! Ada Demon ni!! Keluar gih!!" ha?? Koq nyokap ngomongnya gitu?? Mang beneran ada Demon?? Bukannya dia barusan udah telfon? Mati gue. Gimana donk?? Okey, tampang tanpa dosa on. Gue keluar.
"Hay, Mon.., Koq udah nyampe sini??"
"Kebetulan lewat."
"Dari mana?"
"Rumah temen.."
"Yang mana?? Emang loe punya temen rumahnya sekitar sini??"
"Mau tau aja si loe..," loh-loh, dia kenapa si seharian ini? Gue cuma nganterin Ald ketemu Flo dan dia jadi brutal kaya gini? Yeah, emang biasanya dia posesif, tapi kan gue udah berkali-kali bilang kalo dia dilarang cemburu ma yang namanya Aldrich.
"Ngga' boleh ya??"
"Ngga'."
"Ya udah ngga' usah kasih tau aja. Koq repot? Loe pikir gue beneran butuh tau?? Ngga' koq. Masih banyak yang harus gue pikirin.." gue emosi. Oke, itu info yang harusnya loe juga udah tau.
"Koq loe gitu si??"
"Loe juga gitu.., manggil nama gue ngga' bisa. Jujur ma gue juga ngga' bisa. Beneran ngga' si kita tu pacarannya??"
"Ya beneran lah. Okey, namanya Leroy. Rumahnya dua blok dari sini."
"Oo.., Leroy yang itu.., gue tau koq.."
"Loe tadi marah ya?? Koq telponnya mati gitu aja. Ngga' pamitan lagi.."
"Hallo..! Loe kan ngga' ngomong ma Aquilla."
"Gue ngomong ma loe.."
"Sayangnya nama gue Aquilla. Pake queen bukan king. Masa si 3 bulan kita pacaran loe masih belom bisa panggil nama gue??" gue jadi heran kenapa gue mau pacaran ma dia.
"Kenapa loe punya nama yang susah?"
"Loe ngga' suka?" hell, beraninya dia ngomong gitu soal nama gue!
"Bukan gitu. It's just.., as unique as you are. Tapi gue susah ngucapinnya.."
"Loe ngga' lebih dari Ald.."
"Ha??"
"Pulang gih.., gue ngantuk. Mo tidur. Besok ada ulangan. Ngga' boleh bangun kesiangan."
Akhirnya Demon pun pulang lah. Tau ne, kenapa gue bisa sebel banged ma tu orang. Kenapa juga dia ngga' pernah bisa panggil nama gue?? Itu kan salah dia.
Dan masuk kamar lah gue lantas tertidur dengan cepad. Meski masih kerasa juga paz nyokap cium jidat gue. Dia masih selembut yang dulu, waktu gue masih bayi.. oke, gue ngga’ inget apa yang terjadi waktu gue bayi, tapi, ah, you know what I mean lah!
_ _ _
Sekolah lagi.., sekolah lagi..,
Kapan si liburan dateng lagi? (padahal baru dua minggu yang lalu..)
"Aquilla??" suara cewe'. Gue noleh.
Ka' Deanne, kaka' kelas gue. "Apa ka'??" gue mendongak karena dia emang lebih tinggi dari gue. Ngeliatin mata coklatnya dengan tatapan males. Yeah, gue emang selalu males si…
"Loe bisa bantuin gue ngga'?"
"Bantuin apa dulu??"
"Jadi panitia di PENSI taun ini.."
"Ha?? Kenapa??"
"Abisnya! Flo tu kurang ajar banged!! Dia bilang dia ngga' akan mau jadi panitia kalo ngga' ada panitia laen yang expert kaya dia. Gue ingetnya cuma loe yang bisa bikin gue merinding selaen dia..,"
"Flo??"
"Temen setingkat gue. Anaknya nyebelin banged. So'. Dia pikir cuma dia yang bisa? Loe kan juga bisa. Bisa kan Key??"
"Qla, Ka'.."
"Iya, Qla., bisa kan??" gue yakin ada keringet besar netes pas ka’ Deanne ngomong gitu.
"Aku usahain.."
"Yess!!"
Dia pun berlalu en gue kembali mencari kelas gue yang sampe sekarang ngga' juga gue apal di mana letaknya. Pedahal kan udah setaun lebih gue sekolah di sini!!
Akhirnya setelah sekitar 3 setengah menit nyari, kelas gue ketemu juga. Ya ampun, rasanya kemaren dia ngga' di sini..
Anak-anak masih pada sibuk ngerjain peer, untung gue udah bikin. Jadi sekarang gue bisa duduk dengan tenang sambil ngliatin orang lewat. Hal yang paling gue suka, soalnya kelas gue komersil banged buat ngliatin cowo' keren yang lewat.
OMG!! Ada Flo!! Koq bisa si?? Masa iya dia beneran sekolah di sini? Kenapa gue ngga' pernah liat muka keren itu?? En kenapa setelah kemaren gue jadi tau kalo dia juga sekolah di sini?? Oia, permintaan ka' Deanne tadi.., apa iya itu Flo yang dia maksud? Koq gila gini si.. Gue ngga' nyangka kalo bakal ada kesempatan buat deket ma dia..
"La..," Veyrine, temen sebangku gue, manggil gue.
"Apa?"
"Peer loe..,"
Gue kasih peer gue dengan sepenuh hati lantas kembali menatap ke luar. Flo masih aja keliatan. Koq dia ngga' pergi-pergi si?? Bukan berarti gue ngga’ suka liat dia si, gue suka banget.
"Loe ngliatin apa, La??"
Gue nunjuk Flo.
"Kerenan juga Demon.."
"Demon kan cowo' gue.. Apa bedanya dia keren apa ngga'?"
"La.., loe udah punya Demon. Isn't that enough?"
"Loe ngga' tau Demon si.."
"Emang dia kenapa??"
"Ngga' bisa manggil nama gue. Loe tau ndiri kan, gue tu sebel banged kalo dipanggil dengan yang bukan nama gue? Dan dia manggil gue kaya orang-orang gitu. 'Key..' nyebelin banged. Masa nama cewe'nya sendiri aja ngga' bisa manggil.."
"Loe juga kebangetan de La. Kan cuma nama.."
"Cuma nama? Kalo nyebut nama gue aja ngga' bisa, mana bisa dia nunjukin kalo dia sayang ma gue??"
"Gila loe La.."
"Biarin. Yang jelas sekarang Flo tu obsesi gue.." dan mungkin gue tambah gila gara-gara dia.
"Pokoknya gue ngga' ikutan."
"Ya emang ngga' boleh. Flo tu buat gue aja."
Vey sweatdrop. "Iih.., ngga' minat gue ma cowo' kaya gitu."
"Kan tipe loe emang yang kaya Demon gitu. Coolnya outer doang. Loe liat Flo, innernya gue seneng banged.." yeah, mata sayu itu, gue suka banget!
"Terserah loe de.."
Hehehe.., Vey aja nyerah. Emang gue aneh ya? Gue cuma butuh orang yang bisa nyebut nama gue dengan baik dan benar koq..,
_ _ _
this is the end of this section..,
meet Aquilla in the next section...
- - - - -
jadi gimana? ada yang niat buat komen gak?? yeah, meski alsebab ficnya udah selesai dan tinggal nunggu kapan she sempet buat update, she suka kalo ada yang komen. biar she tau kalo ada yang baca. nevertheless, makasii uda baca sampe sini…

No comments:

Post a Comment

reader yg baik selalu komen apa yg uda di read...