Sunday, September 14, 2014

The World is Twisted, Keep Your Heart Straight

Golden Rainbow: a Korean drama

Watch: dramago.com

Di mataku, villain yang twisted itu selalu lebih keren daripada villain yang jahat. Tapi bukankah semua villain itu jahat? Well, I can't answer that. Karena Orihara Izaya tidak pernah terlihat jahat di mataku.
Drama ini manis, karena karakter-karakter antagonisnya memiliki alasan—yang meskipun kelihatannya tidak masuk akal—untuk menjadi antagonis. Lagipula, seperti kata Armin (Shingeki no Kyojin), baik itu relatif, jadi mungkin protagonis dan antagonis itu juga relatif.
Pada episode-episode awal, aku melihat tokoh-tokoh antagonis yang minta dibunuh. Tapi semakin episode berjalan, semakin aku melihat apa yang membuat mereka begitu. Dan itu membuatku berpikir, belum tentu aku tidak akan mengambil tindakan yang sama kalau aku berada di posisi mereka. Belum tentu aku bukan karakter antagonis di mata orang lain. Right?
Seperti halnya drama Korea yang unyu dan mendayu-dayu, drama ini juga begitu. Tapi aku selalu lemah kalau temanya family, jadi abaikan saja. Lagipula, Jung Ilwoo tidak pernah terlihat tampan saat menangis dan itu membuatku tertawa saat adegan sedih. So yeah, mungkin tidak terlalu sedih.
Seperti halnya drama sedih lainnya, aku hanya menonton drama ini karena tertarik pada tokoh utamanya. Di drama ini, tentu saja Jung Ilwoo. Dan Kim Yoojung, maybe. Dan aku tidak menduga ada villain dari Two Weeks juga (yang aku lupa siapa namanya). Ya, menurutku villain yang keren ini hanya bonus.

World works in a very weird way. Kadang dia memberikan kesempatan pada mereka yang berusaha keras tanpa lelah, kadang dia memberikan kesempatan pada mereka yang picik dan tidak mau berusaha. Kadang usaha keras seumur hidup memberikanmu ketenangan, kadang kesuksesan membuatmu terus khawatir. Kadang cinta datang tanpa alasan yang jelas dan tiba-tiba, kadang kau harus menunggu bertahun-tahun sampai akhirnya cintamu terbalas. Kadang kau harus meneriakkan perasaanmu dengan lantang sampai akhirnya diakui, kadang kau harus menyembunyikannya untuk melindungi dia yang kau sayangi.
Tapi kau selalu bisa membuat kesempatanmu sendiri. Kau juga bisa membuat kriteria suksesmu sendiri. Cinta adalah cinta bagaimana pun caramu mendapatkannya. Dan kau sendiri yang menentukan bagaimana kau akan menjaga perasaanmu. Dunia mungkin aneh. Kau sendiri yang menentukan kau akan ikut menjadi aneh atau tetap seperti dirimu (abaikan kalimat ini kalau dalam keadaan normal pun kau adalah orang yang aneh).
Hal yang menyebalkan dari drama ini adalah ketika Baekwon mengatakan kalau keluarga adalah mereka yang makan bersama. Kalimat itu sontak membuatku merasa kesepian. Sebelumnya aku tidak sadar bagaimana pentingnya makan bersama di rumah. Dan setelah menyadarinya, jurang yang ada sudah terlalu jauh dan sulit untuk dilompati sendiri.
Kata suatu fanfic (Heights, Shizaya), effort to mend a rift takes more than one person. Dan aku bukan tipikal manusia yang suka memberikan effort.
Jadi, whoever you are, kalau bisa, jangan pernah membiarkan munculnya 'rift' dengan orang yang penting bagimu. Mengembalikan bond yang sudah rusak itu lebih sulit daripada merusak bond yang sudah ada (ini kutipan dari Noragami tapi lupa bagian mana).
Tapi tokoh-tokoh di drama ini bisa mengatasi rift yang muncul di antara mereka. Dan itu tidak selalu berakhir dengan bahagia. Meskipun rift-nya lebar, asalkan tidak dalam, kau masih bisa melewatinya untuk menuju sisi sebelah. Namun jika rift itu lebar dan dalam, kadang apa yang akan kau pilih adalah meninggalkannya. Meninggalkan dia yang berada di tepian jurang di hadapanmu. Bahkan ketika dia mengejarmu dan terjatuh.
Spoiler: villain-nya berakhir gila. Karena villain-nya bukan hanya satu, mungkin ini masih buram sebagai spoiler. XP
Best quote menurutku: can I love a man and hide things from him at the same time? If I can't share everything with him, there's no reason for me to be with him. Amai, desshou? Aku juga menginginkan seseorang yang kepadanya aku bisa membagi semua yang aku punya. But then, I'm not a girl of words. So that's gonna be, like, really hard for me.
Best emotion menurutku: ketika Dooyoung mengungkapkan apa yang diinginkannya dari sebuah keluarga. Dia seperti kembali mengingat bagaimana fucked-up-nya keluarganya dan berharap sepenuh hati agar keluarganya nanti tidak mengalami hal yang sama. Me too, some days. But I wouldn't have it any other way, really.
I wanna love someone so deep that I give my heart on a silver platter for him to keep or throw away. Because I never believe in love before.

Monday, June 9, 2014

The Man Who Will Not Die





Boku no Ita Jikan: a Japanese TV series

https://japanizedworld.com/wp-content/uploads/2013/12/Boku-no-ita-jikan-2.jpg

More info: asianwiki, dramawiki
Watch: dramago.com

Aku adalah orang yang skeptis. Kadang-kadang aku akan membenci adegan dramatis hanya karena aku tidak mempunyai perasaan yang sama dengan karakter yang kulihat. Sebagai manusia pun, aku merasa aku tidak punya perasaan dengan jumlah yang sewajarnya. Not nearly enough. Dan aku masih ingat bagaimana teman sekelasku berkata kalau dia sangat ingin melihatku menangis.
Because really, I look tough.
Jadi ketika aku memulai menonton drama ini, secara alami, aku hanya tertarik karena ada Miura Haruma (summary-nya mengungkapkan kalau ini adalah drama sedih dan normally aku tidak menyukai drama sedih). Aku bahkan berhenti saat mencapai episode 3 dan butuh bermingu-minggu untuk melanjutkan kembali.
Hal yang paling menyebalkan dari menonton drama ini adalah ketika aku mengingat samar-samar tokoh nyata yang berjudul Stephen Hawking. Why? Tentu saja karena tokoh utamanya mengidap penyakit yang sama. Aku tidak begitu tau Stephen Hawking, jadi awalnya aku mengira, mungkin dia terkena ALS pada usia yang lebih tua dari Takuto. Tapi selalu ada halaman wiki untuk orang terkenal dan aku terlalu malas untuk melihat halaman lain. Sepertinya gejala ALS tidak muncul seakhir yang kubayangkan. Dan tidak secepat yang digambarkan di drama.
Well, awalnya aku akan menulis bagusnya drama ini, tapi aku menulis ini setelah sekian lama dari aku selesai menonton episode terakhir dan sisi emosional-ku sudah menghilang. Anyway, there's not that much of angst here. Atau angst yang ada di sini terlalu jauh dari hidupku dan aku tidak menganggapnya sebagai angst.
Biasanya, drama dengan tokoh utama yang penyakitan dan mau mati itu akan mengalirkan air mata penontonnya--atau air liur kalau dramanya terlalu keren, tapi aku tidak ingat aku menangis menonton drama ini. Sekali lagi, semua itu salah Stephen Hawking yang muncul di The BigBang Theory dengan wujud yang tetap keren (not that I know apa yang membuatnya keren sebelum aku melihat halaman wiki itu, yang tetap saja aku tidak memahaminya).
Hal menyebalkan lainnya adalah, meskipun Takuto memutuskan untuk menjadi seperti kucing, melepaskan apa yang dicintainya di saat dia akan 'pergi', aku tetap tidak mengaguminya. Well, sebagian besar itu karena aku mengagumi karakter yang bisa jujur kepada pasangannya tentang apa pun (karena aku tidak bisa menjadi seperti itu) dan Takuto memilih untuk melarikan diri. Just like me.
Kenapa aku menulis the man who will not die sebagai headline? Karena meskipun Takuto dengan egois-nya menyimpan masalahnya sendiri, pada episode-episode akhir dia mulai menyadari kalau hidupnya bukanlah miliknya sendiri. Sebuah kalimat menyebalkan yang kupajang di tembok kamarku: because your life is not only yours. Mereka yang yang sudah kusentuh hidupnya, akan secara sadar atau pun tidak, mempengaruhi apa yang kulakukan terhadap hidupku. Itu juga yang mendasari keputusan Takuto untuk tetap hidup. Pada awalnya dia berpikir hidup adalah menjalani pilihannya dan tetap bahagia karenanya. Tapi tentu saja hidup tidak semudah itu. Ketika aku menyadari ada orang lain yang menggantungkan kebahagiannya padaku, aku tidak lagi bisa bahagia semauku. Mungkin itu yang membuat Takuto ingin hidup lebih lama: demi kebahagiaan mereka yang menggantungkan kebahagiaannya pada Takuto.
The lucky thing is: tidak ada ending yang menunjukkan kematian Takuto. Karena aku pasti akan sangat tidak puas dengan ending semacam itu. Klise.
Best quote menurutku: it's not that I want to die, it's because living is scary.
Best emotion menurutku: bagaimana dia tidak bisa membenci ibunya meskipun sang ibu selalu mengabaikannya. Karena bagaimanapun, seorang anak akan selalu merindukan pengakuan dari ibunya.
Me too, some days.

Wednesday, September 11, 2013

i'm so fed up. *snicker*
iya, nggak pantes. seberapa pun nggak sukanya aku menyalahkan diri sendiri, ada saatnya ketika aku tau persis emang aku yang salah. aku akan tetap mencari alasan. aku akan mencari cara supaya bukan aku yang salah, tapi keadaan.
tapi, apa iya?
kadang-kadang aku berpikir apa yang akan dilakukan orang lain kalau mereka berjalan dengan sepatuku. nggak muat. yes, i have small feet, tapi bukan itu juga maksudnya.
aku tau mereka akan melakukan hal yang berbeda. hal yang mungkin jauh lebih keren. ya, kaki mereka nggak akan muat di sepatuku, dan karenanya mereka akan memakai sepatu yang lebih besar.
aku mulai nonton 'to aru kagaku no railgun'. dan anime itu juga yang mengatakan padaku kalau sepatu yang kita pakai akan seukuran dengan kaki kita. membeli sepatu yang ukurannya lebih panjang juga tidak akan membuat kaki kita semakin panjang.
okay, to hell with the feet.
tokoh utama anime itu adalah misaka mikoto. anak kelas 2 smp yang masih childish. tapi justru itu yang membuat dia manis. despite dia adalah mahluk keren yang terkenal, dia tidak menganggap dirinya lebih dari orang lain.
kenapa?
karena dia tau dia terlahir sama dengan orang lain. usahanya yang membuat dia kuat. apa yang dia dapat buikan apa yang turun dari langit. karena itu dia membenci orang yang mudah putus asa.
bayangkan kalau dia ada di depanku sekarang. mungkin aku sudah mati olehnya. 'cause sometimes i'm just a pathetic quitter.
dia menyayangi teman-temannya.
dan dia juga naif. (tidak mengalahkan tamaki nya ouran tapi tetap saja naif)
misaka adalah tipikal karakter anime yang tidak akan disukai karena fanservice. karena apa yang membuatnya keren adalah karakternya.
aku tidak menceritakan cerita anime nya? ahh, itu hanya akan menjuadi spoiler. lagipula aku tidak pintar retelling stories tanpa membuatnya menjadi lima puluh kali lebih membingungkan dari yang sebenarnya.
jadi intinya, aku nonton 'to aru kagaku no railgun' dan sekarang jadi iri setengah mati sama misaka. bukan gegara dia bisa nyetrum orang sampe mati, tapi karena dia bisa berjuang melawan keterbatasannya. dia bisa melampaui batas yang kadang dilewati orang yang sedang berusaha. dan dia tidak menyerah. meski dia tidak tau dia akan menang atau kalah, dia tidak mundur dari medan perang.
dia berpikir dengan cara yang sederhana dan karena itulah dia lebih mudah untuk bahagia.
well, may i not become numb before it's all over. learning to love is not easy. learning to love myself is not rainbows and butterflies.
sometimes i hate the world that i born in. but then, it's me making my life more miserable everyday. me and all my lame choices.

Tuesday, December 18, 2012

cyanide (sianida) -- CN

well, sebagai mahasiswa pendidikan kimia yang agak kurang beres, she suka banget sama yang namanya sianida. gak ngerti juga sii kenapa, maksudnya selain gegara nama belakang she biasanya disingkat sebagai CN--yang merupakan sama dengan formula sianida.
tapi sianida itu yang kaya apa sii?
biasanya sii dia dikenal sebagai racun. tapi ada fact nya dia yang lain juga lohh.
kemaren temen she nemu artikel tentang sianida. artikelnya bahasa Inggris, nemu di yesiknowthat.com. ini deh coba she cerita pake gaya bahasa she yang biasanya, (padahal udah lama banget gak nulis)

facts nya sianida:
first,
sianida itu termasuk senyawa yang paling sering ditemui. (most common gitu katanya)

second,
sianida bisa ditemui dalam wujud padat, sebagai cairan, atopun gas yang gak keliatan, gak berwarna (dan kadang gak berbau juga). jadi mungkin selama ini kita menghirup sianida juga??

third,
sianida dapat diproduksi oleh bakteri, ganggang dan jamur tertentu; dan dapat ditemukan dalam berbagai tanaman meski dalam jumlah yang sedikit. well...

fourth,
sianida terkandung dalam 110 famili tanaman yang berbeda. (masih inget famili, kan? jaman biologi smp dulu...)

fifth,
sianida juga terdapat dalam asap rokok maupun asap hasil pembakaran plastik. er..., tapi she tetep gak suka asap rokok. serius. (meski gak bisa benci perokoknya)

sixth,
biasanya, cat ato perekat juga ada sianidanya. meski jumlah nya beda beda juga sii...

seventh,
sianida dipakai dalam berbagai industri, termasuk di dalamnya: farmasi, kertas, tambang emas, tekstil, pewarna. er..., farmasi??

eighth,
sianida: pestisida di kapal ataupun bangunan. (minum sianida dan tubuh anda akan aman dari hama... xp)

ninth,
salah satu senyawanya--ferosianida--juga dipakai dalam industri makanan. silakan dicari makanan apa yang ada beginiannya.

tenth,
sering juga dipakai dalam kepentingan medis/klinis. misalnya dalam keadaan gawat untuk menurunkan tekanan darah secara drastis.

eleventh,
sianida ini (secara ilegal) juga dipakai untuk menangkap ikan, baik buat pasar ikan maupun buat disimpan di akuarium. kabarnya sii ini gak bikin ikannya mati.

twelfth,
sianida mencegah sel tubuh untuk mendapatkan oksigen. ini yang bikin sel tersebut kemudian melemah dan... mati.

thirteenth,
gas sianida adalah bentuk paling beracun dari segala bentuk sianida.

fourteenth,
sianida paling berbahaya buat jantung (heart) dan otak daripada organ tubuh yang lain. well, dia tau mana yang paling fatal kalo diserang.

fifteenth,
gas sianida tadi, paling berbahaya kalo dihirup di ruang tertutup. soalnya kalo di ruang terbuka, dia sangat mudah untuk larut dalam udara. menguap. hilang.

sixteenth,
orang dapat terkena sianida dari: menghirup udara, makan, minum, ataupun menyentuh tanah yang mengandung sianida. wow, that easy?

seventeenth,
sianida dapat masuk ke dalam udara, air, ato tanah sebagai proses alami maupun hasil dari proses industri.

eighteenth,
dalam sejarah, banyak banget yang make sianida buat: ngeracun orang, dan bahkan bunuh diri. (stupid, ain't it?)

hikmahnya? gak semua senyawa sianida itu 'dangerous'. tapi, sekalinya dia di'dangerous'kan dengan sengaja, well, it could be dangerous. sama kaya kita. mungkin keliatannya kita biasa aja, keliatan di mana pun dan keliatan biasa. tapi sekalinya kita mau jadi 'dangerous' ya kita pasti bisa. kita muda dan berbahaya. gak harus in a bad way juga kok. ^^
i still love my CN last name.

well, ini post pertama dari label yang ini. she akan mencoba untuk lebih berdedikasi dan meneruskan nasib label ini supaya tidak terbengkalai seperti label yang lain.
liat aja gaya nulisnya: udah balik jadi kaku banget kaya pertama nulis dulu. dan terus terang itu nyebelin.
semoga post ini bisa menandai comeback nya she. amiin.

=^.^=

Saturday, October 13, 2012

wuthering heights


abis baca wuthering heights. jadi pengen ngomong sesuatu.


http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/content/2012/06-29twilight/13007400-1-eng-US/06-29twilight_full_600.jpg

aku tak ingin mencintaimu seperti isabella mencintai heathcliff.
buta namun terluka ketika melihat kenyataan.
aku ingin melihatmu. dari sisi baik mu hingga sisi iblis mu. dan tidak melarikan diri karena nya.
aku ingin melihatmu untuk siapa diri mu sebenarnya. bukan siapa yang kau tunjukkan pada semua orang.
bukan siapa yang kau gunakan untuk meyakinkanku tetap ada untukmu.
i can't ever stop myself anyway.

aku tidak ingin mencintaimu seperti catherine mencintai heathcliff.
yang menipu dan menghancurkan diri.
aku tidak akan pernah ingin melepaskanmu meski itu terbaik untuk kita.
aku hanya akan melepaskanmu begitu kau meronta untuk pergi. ketika aku bukan lagi apa yang kau harapkan untuk menemanimu menjalani sisa hidupmu.
karena aku tidak ingin mencintaimu dengan melukai orang lain.

aku tidak ingin mencintaimu seperti heathcliff mencintai catherine.
kasar dan melukai.
menyerah untuk satu rintangan kecil yang kau ciptakan.
yang tidak bisa menerima kekurangan diri hanya untuk menyalahkan orang lain.
dan menyimpan dendam menyiksa yang akan membawaku pada kematian.

aku ingin mencintaimu seperti edgar mencintai catherine.
yang mengikat namun merelakan.
mengetahui bagaimana sisi iblis mu tapi tetap mengerti. tetap ada.
mencintaimu tanpa syarat.
dan mencintaimu bahkan ketika kau tak ada lagi di sampingku.

aku ingin mencintaimu seperti cathy yang mencintai hareton pada akhirnya.
yang bukan hanya tentang romansa.
tapi cinta yang membawa kita tumbuh bersama menjadi lebih baik.
cinta yang bahagia dan saling melengkapi.

aku juga ingin mencintaimu seperti hareton mencintai cathy.
yang tidak berhenti meski terhalang pada awalnya.
karena seburuk apapun kata-katamu, aku masih tidak bisa berhenti.
karena sekeras apapun kau menolakku, aku masih di sini.
(sorry that i still remember how you pushed me away. hell if i'd forget...)


that's what i catch. what'd you say?

Friday, March 30, 2012

how come,

mengingat kalo ada yang tanya 'seberapa besar kamu sayang sama dia?' dan aku gak bisa jawab.
jujur, aku gak pernah mikir seberapa besar aku sayang sama dia. buat apa? apa kalo aku tau seberapa besar aku sayang sama dia terus aku bakal jadi lebih bahagia? gimana kalo ternyata rasa sayang yang aku punya gak cukup jadi aku ngerasa dia gak pantes buat aku? gimana kalo ternyata rasa sayang yang aku punya terlalu besar sampe aku kawatir kalo dia ninggalin aku aku bakal hancur? jujur, aku gak siap untuk efek yang kayak gitu.
aku pikir aku cinta dia ketika aku gak dengerin temen-temen ku buat berhenti ngomongin dia, berhenti senyum-senyum sendiri cuma gegara sms nya, that i should just find another man... tapi apa iya se simpel itu?
aku pikir aku bego waktu gak bisa berhenti mikirin dia bahkan setelah ngeliat dia ngerokok. hell, aku cuma bilang 'gak pa pa asal gak di deket aku.' yeah, baru belakangan ini aja aku sadar kalo aku bukan cuma GAK SUKA asepnya. ternyata benda itu menyakiti... tapi apa bisa aku memintanya menghentikan apa yang dia sukai?
aku gak pernah melakukan apapun for his sake. yet he's done everything he can do for me. yes, i'm just that bad.
kalo mau tanya seberapa besar aku sayang sama dia? dia yang tau. aku? gak mau tau.

Friday, September 30, 2011

movie review: I Hate Valentine's Day

Ini bukan movie baru. Bahkan aku gak pernah tau kapan movie ini pertama tayang di movie. Oke, kalimat itu ambigu. Bentar, :nyari arti kata movie di kamus:
Jadi, menurut Cambridge, movie itu cinema film. Dan kita bisa nonton itu di cinema. Jadi kalo sinetron diartiin jadi sinema elektronik, berarti itu alatnya dong? Argh, terserah.
Balik ke movie yang tayang kapan gak tau itu, I've just seen it a couple minutes ago. It's a simple romance story. Rated T (for teen). Or international rate nya R. Ceritanya bukan cerita lain dari yang lain yang begitu keren. It's just an ordinary story.
Tentang seorang cewek named Genevieve yang dia itu gak pernah mau kenal yang namanya komitmen. Buat dia, romansa itu adalah lima kali kencan. You need to watch the movie kalo mau tau aturan kencannya (soalnya aku lupa). Tapi seperti kebanyakan romance movie, itu adalah sebelum dia ketemu sama a certain guy. In this case named … (oh God, I just forgot the name and too lazy to watch it all over again just to get a name) oke, jadi nama itu bukan detail yang penting kan? This guy baru aja dateng dari antah berantah dan berniat buat bikin restoran di tempat yang dikenal masyarakat situ sebagai tempat yang dikutuk.
Mereka pertama ketemu di toko bunga nya Genevieve sehari sebelum V-day. Seperti hal nya cowok normal yang tinggal di Barat, dia pengen kasih hadiah buat cewek nya. Dan Genevieve hanya memberi saran yang membuat—o iya namanya Greg—si Greg itu menyadari siapa cewek nya yang sebenernya. Oke, maksudnya kelakuannya.
Jadi akhirnya Greg putus sama ceweknya yang itu and they start their five dates relationship after few days of considering.
Dan setelah kencan keempat lah Genevieve menyadari kalo romansa tu gak cuma itu. Kalo ketakutan tu gak akan membuat bahagia. Kalo gak memikirkan apa yang tidak membuat bahagia itu gak akan selamanya membuat bahagia. Karena yang kayak gitu tu artinya masih menyimpan satu ketakutan. Ketakuan akan ketidakbahagiaan.
Apalagi waktu Genevieve ngerasa ternyata dia bukan cuma pengen, tapi juga butuh Greg. Dan dia berani menghadapi ketakutan masa lalu nya untuk menghadapi masa depannya.
Nice deh pokoknya.
Fav:
~ Tim (salah seorang karyawan Genevieve) menyatakan tentang kebahagiaan dia di rumah. Menyatakan betapa gak bahagianya hidup dia kalo diliat orang. Tapi dia menyatakan kalo dia bahagia. He said 'it's good to be home,' despite of istrinya yang selalu marah-marah, bau lagi, juga anak-anaknya yang gak tau aturan, and that's nice. Dia menghargai komitmen yang udah dia buat. Dan semakin mengingatkan kalo pernikahan itu bukan cuma masalah cinta. Itu masalah komitmen. Cinta? Makan tu cinta.
Hell yes, aku masih mikir kayak gitu. Cinta gak akan pernah cukup. Komitmen yang bikin aku bertahan. (Ini bukan menyatakan kalo aku udah nikah loh…)
~ Cal (temennya Greg) bilang kalo cowok itu emang udah kodratnya untuk berbuat bodoh. Hell, setuju banget. Tapi bukan berarti bakal suka kalo liat cowok bertingkah bodoh. Beringkah sarap mungkin. Lagian kan aku suka Kang Minhyuk gara-gara dia mukanya bego (gak nyambung!).
Hate:
Pada dasarnya aku emang gak terlalu suka genre kayak gini. I love comedy and family. Aku ngerasa itu lebih cocok ditonton bareng-bareng soalnya. Jadi abis ditonton, movie ini langsung ilang dari HDD aku. Jadi kalo mau minta, maaf aja. Silakan download sendiri di situs-situs yang sekiranya menyediakan.
Written at Saturday August 27th 2011 4:34 PM
=^.^=

Friday, July 8, 2011

me and my paranoia

Semua orang itu baik.
Yeah, bukankah itu dasar dari semua orang. Karena tidak ada orang yang terlahir jahat. Sebagaimana tidak ada bayi yang terlahir berdosa. Dan kata-kata itu yang selalu kucoba untuk tera[kan dalam hidupku. Semua orang itu baik.
That's just before some certain person broke it. Aku akan selalu menganggap seseorang itu baik. Ketika dia melakukan hal yang tidak sepantasnya padaku, aku akan membiarkannya. Itu hanyalah kekurangan sementara. Yeah, tapi tentu ada sejenis kesalahan yang tetap tidak bisa kutolerir. I don't like being ignored.
Tapi tentu saja bukan tentang ignored thing yang kupikirkan tentang this certain person. Semua orang itu baik, sampai ada yang mengatakan hal buruk tentangnya dan aku menyadari kalau keburukan itu benar adanya. Semuanya takkan pernah lagi sama. Mungkin ada kalanya aku akan tetap terlihat bahagia bersama orang itu, tapi setengah dari diriku akan mengutuk diriku sendiri karena tidak mampu melindungi diri. Aku tau aku pernah disakiti dan kadang aku bertingkah seolah aku menginginkan luka itu lagi. Aku bodoh? Memang.
Aku tipikal orang yang bisa belajar dari pengalaman orang lain. Dan itulah yang membuatku semakin takut menjalin ikatan apapun. Karena ketika orang lain melakukan itu, ikatan itu begitu rapuh. Membuatmu hilang ketika ikatannya hilang. Dan aku terlalu pengecut untuk mengambil resiko sebesar itu. Orang-orang akan menangis karena kehilangan ikatannya dan aku akan menertawakan mereka dan mengatakan betapa bodohnya mereka. Yang mereka tidak tau adalah, dalam hati aku mengagumi keberanian mereka mengambil resiko untuk remuk ketika mereka membanti diri mereka sendiri.
Ini cerita di kosan SMA. Masih tentang semua orang itu baik sampai aku tau belangnya. Orang ini (sebut saja A) adalah orang yang baik di mataku. Tentu saja dia baik, dia begitu polos dan ceria. Apanya yang bisa jahat darinya? Hingga penghuni kosan yang lain mulai mengatakan hal buruk di belakangnya. Dia menjadi buruk di mataku. Sedikit saja dia melakukan kesalahan dan aku akan meledak. Dan aku hanya tidak bisa menahan diriku untuk tidak melakukannya. Itu reflex kalau aku tidak lagi berbicara padanya ketika dia mengabaikan apa yang sudah kulakukan untuknya. Bukan hal yang sulit—bahkan bisa dibilang sangat sepele. Tapi itulah aku. Ketika aku sudah menganggap seseorang tidak baik—atau berhenti menganggapnya baik—maka begitulah. Sedikit saja dia berbuat salah dan bang! i'll just explode. or being quiet in most of the case. she's just going to be invisible. not to mention i'm laughing my ass off when she's crying behind me. cruel me? at least i didn't kill her. it's just cynical i think. toh semua orang bilang she sinis. but she, inilah sinis.
and the true curhat nya adalah apa yang terjadi di kosan she beberapa hari yang lalu. there is this certain girl (secara she ngekos di kosan cewek). pada awalnya tentu saja she berpikir dia adalah orang baik. hell, semua orang emang baik, kalo ada yang mau tau.
she sih udah ngerasa agak muak sama dia yang gak mau tau tentang orang lain. she sendiri ignorant, tapi dia keterlaluan. mungkin she gak akan peduli ma orang asal orang itu gak menginginkan kehancuran she. tapi ada hal lain dari orang ini. senggaknya she selalu berusaha berubah kalo she tau she salah. temen-temen she pada ngomongin dia di belakang. quite like she, maksudnya sifatnya. and since then, she tried to change a bit. but her? not at all.
she ngerasa she orang yang baik sama dia sampe temen-temen she selalu nyorakin she tiap kali she abis ngomong sama dia. apakah she salah kalo she mencoba keeping good term lah ma dia? trying to be a good friend gitu. di saat yang lain nyindir dia keras-keras, yang dia tetep gak ngerasa, she tetep buat coba baik sama dia. tapi apa balesannya?
cukup sehari aja she gak sengaja gak bicara sama dia, sumpah ini gak sengaja--dan bikin she nyesel kenapa gak disengajain aja sekalian. dia jadi pundung, trus bilang sama temen-temen she kalo she diemin dia. dan sumpah itu gak sengaja. rasanya sakit. when you try so hard to be a good girl and.. she's just.. not worth it.
and then come a time ketika semua dari kita udah muak. kayaknya lebih ke kasian karena waktu tau fakta itu she langsung down. ya iyalah. gimana coba rasanya, di saat semua orang jauhin dia, she coba buat tetep biasa aja, dan dia malah bilang she jahat ma dia? it hurts like hell. dan emang kayaknya anak-anak pada muak.
kita semua ngomong, bilang apa aja salahnya dia. gak semuanya dink. cuma yang emang bikin she jadi gak jelas gitu bentuknya. dan dia bahkan bilang dia gak sadar akan semua kesalahannya. HELL!! gue emosi! untung aja gue nggak meledak waktu itu! oke, languange. yeah, mungkin sebenernya dia gak salah-salah banget. dia mungkin cuma gak bisa hidup dengan baik bersama orang yang kurang menguntungkan buat dia. yeah itulah dia. orang yang selalu bisa take advantage dari orang lain. sampe ada temen she yang bilang, 'lebih baik jadi ditakutin daripada harus dirugiin'.
eh, jadi kepikiran, since dia belum tentu baca, gimana kalo point out mistakes? semoga aja kalo baca dia ngerti trus berubah. gak berani jamin juga sih. mungkin aja kalo baca dia justru jadi makin kecewa ma she trus gak mau ngomong lagi sama she. who cares kali ini? she udah berpikir dia bakal berubah nyatanya waktu she balik ke kosan setelah seminggu pulang kampung dia masih sama aja. gak peduli kepentingan orang lain.
gini,
she, janii, ma mbak santi (anak kosan) adalah tipikal manusia yang bakal nyuci di akhir minggu dengan cucian segunung. kalo yang laen biasanya nyicil di hari biasa. semua penghuni kosan tau itu. ada kalanya kita udah bikin antrian nyuci beserta kuota hanger yang bakal dipake (kita kan sosial, hanger dipake bareng-bareng). tiba-tiba dia nyuci dong dengan santainya. waktu she nanya mau di jemur di mana, dia bilang, 'aku kan punya hanger sendiri'. untung waktu itu she gak bawa gelas. bisa pecah tu gelas. pernah temen she bilang, 'ironis, ya, she yang punya hanger paling banya di kosan, justru gak bisa nyuci gara-gara kehabisan hanger'. yeah, she yang ignorant aja bisa untuk mencoba berbagi dengan orang lain. eh, kok paragrafnya jadi panjang, ya?
adalah wajar kalau ada kalanya nitip temen buat beliin makan. tapi kalo terlalu sering nyakitin juga kan?? itulah yang dia lakukan. dan part paling buruknya, dia itu gak mau disusahin. jadi kalo dia mau beli makan buat dia sendiri, ya udah dia pergi aja. no talk. jadi, ya, gak ada yang bisa nitip sama dia. nice, kan?
yang bikin she sebel belakangan, pas dia balik ke kosan entah apa kepentingannya padahal kosan lagi di renov. i can stand still. dia gak ngomong apa-apa. hell, kalo emang mau jadi invisible, gak usah balik aja sekalian. not that i wanna care sih, tapi sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial (she gak bilang normal karena normal itu relatif) mau gak mau she peduli. se ignorant-ignorant nya she, she gak bisa gitu aja... argh, terserah lah. mungkin sebaiknya she beneran berhenti peduli. biar dia hidup sama dunianya sendiri. toh, she masih punya banyak orang.
sorry kalo bacaan ini gak mutu. but it's me. = ^.^ =
sign,
shepalonewalker.

the seaside motel

jadi, seharusnya motel itu dipakai untuk apa sih?
yep, it's another movie review. kali korban she adalah sebuah japanese movie yang barusan she tonton. judulnya 'the seaside motel'.
kalo boleh jujur, awalnya she ngarepin ini jadi movie yang..., 13+ lah paling nggak. it happens to be 13+, tapi bukan yangg she harepin. i categorized it to be pg-13 karena gelapnya iklim movie ini. umm, apa mungkin perlu juga naik rate karena adanya gore alias penyiksaan--tapi gak sampe pembunuhan sii. yang mati emang ada, tapi karena kecelakaan.
oke, systematically de. biar gak membingungkan.
apa yang terbayang kalo denger nama 'seaside motel'? sebuah motel? jelas. ada pantainya? ya itu yang perlu dipertanyakan. karena she juga bingung nyariin pantainya. gak ada sedikitpun pantai di sekeliling motel itu. yang ada cuma pegunungan, dan yang jelas lokasinya bener-bener terpencil. fasilitas? berbeda di setiap kamar. yang jelas, air gak bakal nyala di malam hari. jadii, kalo mau ngapa-ngapain malem-malem (yang butuh air) kudu nampung dulu siangnya. huufh, i'd never go to that kind of motel. (lagian mau ngapain?)
ceritanya? umm, pernah nonton 'new york, i love you'? bedanya cuma setiap fragmen di film ini punya konektor--since it happened in sam motel. tapi seperti halnya nyily, movie ini terdiri dari fragmen-fragmen yang punya plotline sendiri-sendiri. kaya kumpulan short movie tapi ada konektornya. ada empat plotline kalo she gak salah itung.
penjual krim wajah, pasutri liburan, penjudi ngumpet, sama pasangan yang kejebak mobil mogok (yang sebenernya hanya pura-pura).
dari si penjual krim wajah, apa yang she dapet adalah, 'a fake thing can turn into something genuine'. yang artinya sebuah hal yang palsu pun dapat berubah menjadi suatu hal yang tulus (syarat dan ketentuan berlaku). diambil dari cerita si sales yang dia tu jualan krim palsu. mungkin bagi sebagian orang, krim itu palsu dan sangat pantas untuk dituntut, that's why si sales gak akan mau untuk menemui konsumen yang sama dua kali. tapi ada satu kejadian di mana dia ketemu sama mantan konsumen yang justru menganggap krim itu sangat asli. dan kejadian itu berbalik. dia ketemu sama penjual cinta palsu (baca: prostitute) yang menawarkan cinta semalamnya. dan dia menganggap itu cinta beneran--padahal prostitute nya cuma menjalankan tugas secara profesional.
dari pasutri liburan, yang bisa she ambil, kalopun kamu bisa menyembunyikan kesalahan kamu dari manusia, kamu gak pernah bisa sembunyi dari tuhan. istrinya selingkuh karena ngerasa gak lagi 'terpuaskan' oleh suaminya. dan ketika sang suami ingin memuaskan sang istri--dia nyewa prostitute yang di paragraf sebelumnya, ugh, bingung jelasinnya--dan menyuruh sang istri untuk berlalu sementara, sang istri malah kabur bareng selingkuhannya. gak lama kemudian, ada polisi dateng ke kamar itu dan bilang kalo si istri meninggal dalam kecelakaan bersama selingkuhannya. ironic, right?
kalo ada yang paling she suka dari kamar ini adalah: sebelum pergi si istri dandanin suaminya kaya banci dan bilang jangan dilepas waktu si istri pergi. begitu si suami berniat untuk menghapus tu make-up--setelah masa berkabung--air di wastafelnya gak ngalir. sweet banget gak, sii??
kalo dari si penjudi, kalopun manusia gak mampu menghukum kamu dengan hukuman yang setimpal atas dosamu, tuhan selalu punya cara untuk menghukummu. si penjudinya ngembat duit dari yakuza yang banyak banget jumlahnya trus akirnya didatengin penagih utang, kan. trus ada penyiksa nya juga. nyiksanya keren pula. pake pemotong kuku. sedikit demi sedikit dikupas gitu. it seems so cool, though. in the end, dia--si penjudi--berhasil kabur. tapi karena dia serakah, mobil yang dia tumpangin nabrak mobil lain. they're dead if you wanna know.
dan gak ada yang she mau ceritain dari pasangan satunya. vulgar sii. gak suka. (masalahnya vulgar dengan cara yang gak elit, padahal kalo nonton american pie aja betah.)
but after all, kalo bisa ngambil sendiri, banyak yang bisa diambil dari movie ini. karena meskipun sama-sama fragmen kaya nyily, adanya konektor membuat movie ini terkesan menjadi movie yang utuh.
ini movie yang gelap yang waktu nonton aja kerasa lama banget. kenapa she review??
karena she gak nyesel nonton ini. dan meskipun awalnya gak jelas gitu, movie ini bisa bikin she untuk melanjutkan nonton sampe selese.

= ^.^ =
written at wednesday, june 29th 2011 5:12 pm.

Monday, June 20, 2011

tada, kimi wo aishiteru

finally crying.

tau deh, openingnya gak lucu. gak tau kenapa beberapa hari yang lalau she beneran pengen banget nangis. kalo yang kemaren itu she gak punya alesan buat nangis. dan mungkin sekarang bolehlah she nganggep she punya alesan buat nangis. cuma gara-gara nonton film sii. perlu gak dibilangin judul film nya? oke de, meski gak ada yang mau, anggep aja she posting resensi film. (dan kalo ada bramana danu di sini, dia bakal marah-marah gara-gara she gak fokus)
title: tada, kimi wo aishiteru (just, loving you)
international title: heavenly forest (gak penting juga si yang ini)
duration: gak ngitung tepatnya tapi sumpah pas nonton gak berasa.
she nyangka she beneran gak akan nangis kalo cuma buat cerita roman picisan yang gak jelas jeluntrungannya. tapi she salah. oke, salahkan cuaca juga yang bikin she pilek. (karena percaya gak percaya, keadaan pilek bisa bikin seseorang lebih gampang nangis--susah napas soalnya ^^ ). film itu mengisahkan tentang dua orang yang tidak sempurna (back then, everyone has their own flaws) dan menemukan orang lain yang sama tidak sempurna. sebutlah makoto dan shizuru (sumpah kalo cuma baca bagian nama yang ini doang she pasti bakal ngira ini yuri), dan anggep aja mereka kuliah di FBS--kalo itu kampus mereka bisa dianggep UNY.
awal pertemuan mereka begitu sederhana. ketika shizuru mencoba menyeberangi jalan yang begitu ramai hingga tak membiarkan seorangpun untuk menyeberang--dan tentu saja tidak ada orang yang terlalu baik hingga menghentikan mobilnya. dan makoto tidak melakukan hal lain selain mengatakan kalau tempat itu memang tidak lazim untuk menyeberang. shizuru didn't care though.
and they keep bumping into each other in a nice way--kalo diliat dari segi drama. tapi makoto hanyalah seorang penyakitan yang menjauhkan dirinya dari perdaban karena merasa malu pada dirinya yang dianggapnya berbau obat--itu hanya perasaannya, sih. dan shizuru? dia hanya seorang gadis yang selalu berusaha untuk tidak tumbuh dewasa karena dia tau begitu dia tumbuh dewasa penyakit yang bersarang dalam tubuhnya juga akan tumbuh bersamanya dan membunuhnya pelan-pelan (i really wanna know ini penyakit apa! di film nya bahkan gak disebut nama penyakitanya...).
lelaki mungkin tidak menyukai wanita 'selalu' dari penampilannya. tapi penampilan lah yang pertama kali akan menarik seorang lelaki (apa ini alesan... *dibekep sebelum ngelantur*). jadi bukan hal aneh kalau makoto akan menyukai miyuki yang begitu cantik, mempesona, dan dewasa. dan memang itulah yang terjadi. shizuru hanya bisa keep babbling that someday dia bakal dewasa juga. punya bentuk tubuh yang bagus dan dicintai semua orang. tapi apa kau akan percaya kalau seorang gadis berusia dua puluh satu tahun mengatakan dia masih punya gigi susu? normalnya kau hanya akan menertawakannya. dan makoto sangat normal.
skip deh. begitu makoto menyadari bahwa selama ini shizuru lebih dari sekedar sahabat untuknya, saat itulah dia menyadari kalau seharusnya dia lebih cepat menyadarinya. karena ketika dia merasa dia punya rumah tempat dia akan berpulang, saat itu juga dia kehilangan tempat bernaung bagi hatinya. apa kalimat ini membuat kalian berpikir shizuru mati karena penyakit aneh yang tadi? not that fast. but gak seru aja kalo itu juga diceritain. yang jelas ni movie sweet banget. apalagi kalo ditonton saat hidung lagi mampet sebelah. feel pengen nangisnya dapet banget.
ada yang mikir ini film baru? bukan. ini movie terbitnya 2006 or somewhere near that lah. dan mungkin telat banget review ini muncul. tapi buat yang belom nonton, nonton aja de. gak bakal kecewa. oiya, chiaki-senpai (pemeran makoto--lupa nama aslinya) ternyata lebih cakep pas jadi anak kuliahan... *bayangin* *dilempar sandal*
eh, mau back to pernangisan deh sebelum blog ini, eh, entri ini ditutup. she tu sesenggukannya pas udah ditambah baca note yang di-tag ke she di facebook. note itu cuma menyatakan betapa seorang ayah akan menyayangi anaknya. tapi entah kenapa, meskipun kata-kata di note itu gak nyambung sama kehidupan she, tetep aja rasanya sakit kalo inget she adalah tipe orang yang akan selalu menolak kalo dipeluk ayah--padahal seneng banget kalo dipeluk ibu.
she liat lagi entri yang pernah she bikin--yang diawali dengan poem 'loner'. dan she kembali mengingat satu hal buruk. satu malam di saat she sakit dan ayah justru nowhere to be found. dan figur ayah di mata she saat itu sangat buruk kalo mau tau. jadi i keep blaming him--cuma deep inside my heart, sih. back then, mungkin itu juga alesan she gak suka dipeluk ayah. she masih juga gak bisa menerima kalo dalam masa terburuknya, seorang manusia yang sangat baik sekalipun dapat tergoda oleh godaan iblis. dan mungkin saat itu adalah salah satunya.
ah, get over it. nyatanya she gak akan bisa kalo bercerita dengan gambalng. bakal menyakitkan.
jadi, she cuma mau bilang kalo she punya rencana buat bikin sasunaru version of that movie i reviewed before. semoga aja dengan nulis ini somewhere bisa bikin she beneran bikin. hehe... ^^

sign,
shepalonewalker.
= ^.^ =

written at monday, june 20 2011 9:23 pm

Saturday, June 4, 2011

bond: another poem

i'm a loner
bukan karena aku menginginkan kesendirian
bukan juga karena dunia yang meninggalkanku

aku hanya berpijak pada kakiku
tak berani mengambil sandaran
karena aku takut menyadari betapa rapuhnya kakiku

aku bergantung pada diriku sendiri
tidak mencoba bergantung pada orang lain
aku takut mengetahui betapa aku tak mampu

aku berjalan sendirian
bukan karena tak ingin ada orang yang berjalan di sampingku
aku hanya takut tak mampu lagi berjalan sendiri
aku takut terbiasa dengan keberadaan orang lain

bohong kalau aku bilang aku bisa hidup sendiri
nyatanya masalah tak pernah selesai ketika aku meninggalkan dunia
dunia akan tetap berputar
dan masalah, tetap adalah masalah

bohong kalau aku bilang tak ingin menambatkan hatiku
tapi aku selalu tau betapa rapuhnya ikatan itu
aku takut merasa hilang
satu saat ketika aku tak lagi terikat

mungkin aku hanya pengecut
yang tak ingin diriku terluka
tapi kehidupan menunjukkan padaku dengan caranya yang terkejam
bahwa kau harus selalu bisa mengandalkan dirimu sendiri
bahwa tak seorang pun mampu menolong jika kau tak menolong dirimu sendiri




a.n.
a lot of sorry. she gak pernah berpikir rasanya bakal sakit kaya gini kalo she lagi mikirin tentang ikatan. bond. kizuna. awalnya she kira kebanyakan baca fanfic sasunaru cuma bakal bikin she addicted to yaoi. tapi ternyata she salah. semua itu cuma bikin she mikir lagi. pernah gak si she punya ikatan yang demi ikatan itu she rela sampe termutilasi hanya untuk menjaga ikatan itu? (ref: kata-kata naru pas mau nyampe markas bakoro)
nyatanya, she gak pernah punya. bahkan ikatan yang akan membuat she berkorban sedikit aja untuk menjaga ikatan itu, she gak pernah berani bikin. bukan karena gak mau. she selalu berusaha untuk mengikat seseorang. seseorang yang bakal bisa she jadiin pegangan di saat she ilang gak tentu arah. nyatanya ada sesuatu di dalam diri she yang melarang itu terjadi.
pernah suatu ketika temen she seneng banget karena liat she nangis. karena she gak pernah mau nangis. apalagi nangis buat orang lain. like hell i would! karena she selalu berpikir, kalo ada orang yang pantes buat bikin she nangis, orang itu adalah orang yang selalu menjaga she buat gak nangis. haven't found that one.
dulu, she yang warnanya masih putih polos bakal dengan mudahnya bikin ikatan sama siapapun. semua orang itu baik--anggepan yang ini masih berlaku sampe sekarang, sih. she sendiri juga gak tau kapan tepatnya muncul shield di jantung she. yang selalu menjaga biar jantung itu tetap berdetak meski she sendirian. yang menjaga jantung itu tetap berdenyut meski gak ada satu pun lagi yang bisa she andelin. ketika she cuma bisa mengandalkan diri sendiri.
sekarang, meski hidup she looks like perfect--good friends (real friends and fake friends--hey, idon't have fake friends!), good parents (haven't thought they match to each other before high school), good brother (this one is best--i didn't expect him to be this great though), good life--tetap aja warna she udah bukan lagi putih polos. polos mungkin, tapi warnanya kelabu. dan she bersyukur itu bukan hitam. she gak punya kakak laki-laki yang membunuh seluruh anggota klan after all. (ref: sasuita's relationship) yang she tau, semua yang dilakukan dengan usaha keras, pasti akan mendapatkan balasannya (so proud of you, mom). ketika awal dari perjuangan itu terasa berat, saat itulah kau sadar bahwa ketika kau berhasil melewatinya itu akan sepadan.
she gak pernah berencana buat bilang ini ke siapapun, tapi entahlah, mungkin batin she ngerasa she butuh pembelaan as to why i can't make that f**kin' bond.
orang tua she adalah the best parents ever. mereka saling menyayangi--dan mungkin kadang terlalu berlebihan. mereka mengerti satu sama lain dan bisa menerima kekurangan dari yang lain dengan tangan terbuka dan senyum yang cerah. tapi itu sekarang.
ada yang bilang--dan bukan cuma satu--kalo she tu selalu ngomong dengan nada yang sinis. baru belakangan ini she nyadar dari mana itu berasal. kemungkinan pertama: keturunan. i talk the way my dad does. kemungkinan kedua: kehidupan yang sinis ma she--oke yang ini terlalu sinetron, jadi yang paling mungkin adalah kemungkinan pertama. dan kenapa she gak mewarisi cara bicara mom yang soft and relaxable itu?
fact: semasa kecil she sering banget ditinggal di rumah bareng my dad doang. dan siapa coba yang ngomong sama she di saat-saat seperti itu. she kecil--yang sekarang masih juga kecil--sering ngeliat ibunya nangis di saat ayahnya gak di rumah melainkan di antah berantah. anak kecil yang masih polos itu juga pernah ngeliat ibunya yang gak nangis--tapi tetep gak bisa nutupin kesedihannya--di saat nulis surat ke orang tuanya dan menyatakan kalau keluarga kecilnya bahagia. anak itu juga pernah gak sengaja baca buku yang berisi tulisan-tulisan sedih ibunya--yang mungkin gak pernah diceritain ke manapun. oh, she's so screwed kalo orang tua she sampe baca ini. tapi she pengen banget mengangkat sedikit beban anak kecil itu. she pengen melihat dunia seakan ada orang yang bisa she jadiin pegangan sampe akhir. kalo orang yang akan menikahi she gak akan bikin she mencoba kabur dari rumah di saat she gendong anak yang umurnya bahkan belum genep setaun sambil nyeret anak pertama yang belum juga lulus tk--hanya karena umur pernikahan yang masih terlalu muda.
oke, ini mulai melenceng. tapi pernikahan juga ikatan, kan? setidaknya, kalo she nikah nanti, she bakal nikah sama orang yang berhasil bikin she rela mengorbankan sesuatu untuknya. karenaa itu berarti she punya alesan untuk bilang dia 'berarti.'
dan kalo she harus bilang siapa temen she yang sebenernya, orang-orang yang masih bisa tahan ada di sekitar she padahal udah tau she itu nyebelin pake banget, berarti orang itu pantes disebut temen.
afraid that it would be too long if i don't stop it here, so...

=^.^=
sign,
shepalonewalker.